Filsafat Hidup

FILSAFAT HIDUP

Pada tanggal 26 September 2018 Pak Aniq menjelaskan tentang Filsafat Hidup.

 Filosofi hidup kurang lebih hampir sama dengan prinsip hidup. Semua orang di muka bumi ini tentunya akan mempunyai sebuah patokan untuk menjalankan hidupnya. Setiap orang merupakan makhluk individualisme yang membedakan satu dengan yang lain. Ada yang mempunyai prinsip hidup yang sangat kuat, namun juga ada yang mempunyai prinsip hidup yang sangat lemah. Ini bukan suatu permasalahan yang harus di perdebatkan karena yang penting bagaimana cara manusia menjalani hidup sesuai dengan perannya. Menyangkut permasalahan prinsip hidup akan berbeda pendapat orang mengenai hal ini, ibarat gelas dengan di isi air putih di lihat dari sudut manapun akan tetap berbentuk gelas dengan isi air putih, Hal ini juga di ibaratkan suatu permasalahan pasti terdapat jawaban yang di utarakan dari berbagai segi. Bagi sebagaian orang, filosofi hidup dapat di jadikan sebagai panutan hidup agar orang tersebut dapat berbuat baik namun pasti juga ada yang berpendapat bahwa prinsip hidup adalah tujuan hidup. Namun ada juga yang mengangap filosofi hidup kita hidup sesuai dengan arus yang mengalir.

Sebuah filosofi hidup bisa didapatkan dari seorang pemikir-pemikir jenius yang bijaksana, bebas dan terpelajar. Biasanya orang tersebut dianggap sebagai seorang filsuf, pelopor kebijakan. Masing-masing negara memiliki tokoh filosofinya. Orang pertama yang memperkenalkan filsafat hidup ke dalam ilmu pengetahuan adalah orang Yunani yang kebetulan pada saat itu negaranya merupakan negara yang bebas dalam berkarya. Terbukti begitu banyak para filsuf terkenal kebanyakan dari bangsa Yunani, seperti Aristoteles, Plato dan Socrates.
Socrateslah yang paling banyak memberi pengaruh kepada dunia ilmu pengetahuan, maka dia disebut Bapak Filsafat. Sedangkan, dari ilmu psikologi, Bapak Sigmud Frued disebut-sebut sebagai Bapak Psikologi yang paling banyak memberikan sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan. Kedua tokoh dunia ini sama-sama memiliki pemikiran yang luar biasa untuk menciptakan pengetahuan-pengetahuan mengenai asal usul dari segala sesuatu, meskipun cakupannya berbeda, namun, psikologi dan filsafat tidak bisa dipisahkan dan sebaliknya. Banyak tokoh psikologi yang semula mempelajari filsafat kemudian melanjutkan pengetahuannya ke bidang psikologi. Beberapa kata kutipan yang diambil dari kedua tokoh ini, yakni :

” Makanan enak, baju indah, dan segala kemewahan, itulah yang kau sebut kebahagiaan, namun aku percaya bahwa suatu keadaan di mana orang tidak mengharapkan apa pun adalah kebahagiaan yang tertinggi (Socrates)”.

Untuk informasi dan pengetahuan yang lebih lanjut klik link dibawah ini yaaa...
1. Nuroh difallah
2. FadilaNurfi A 15120322
3. Ismaul Amalia 15120007
4. Ahmad Haris Hidayat 15120334
7. Eko Nur Fatoni/15120020  Fatoniekonur.blogspot.com
15. Nur Tri Atika (15120040) https://nurtriatika.blogspot.com
16.feby dwi angrainy 15120029 https://febydwiangrainy.blogspot.com
18. Intan Nur Fatikha Mulya 15120033 https://filsafatpendidikanintan.blogspot.com/
19. Sukma Rudi Nugroho 15120212 https://filsafatpendidikansukmarudi.blogspot.com/
23. Lina muntasiroh Leemount.blogspot.com
24. Dyah Saraswati 15120364 http://dyah15.blogspot.com/?m=1
25.hadiah hana putri 15120481  http://15120481hana.blogspot.com/?m=1
26. Anisa Rona Soraya 15120447 http://anisaronasoraya3.blogspot.com/?m=1
28. Abdul Ghofar ghofar99.blogspot.com                                                                         

Komentar